Amanah Supplier

Penggunaan Etika dalam Berkomunikasi Pada Jejaring Publik

Etike berinternet

Kebebasan berpendapat dan kecanggihan teknologi menimbulkan banyak problematika dalam berkomunikasi. Hilangnya pertimbangan baik dan buruk menjadi alasan utama penggunaan etika dalam berkomunikasi penting untuk dimunculkan. Pembangunan kembali kebiasaan baik ini sangat urgen untuk diterapkan, terutama dengan semakin mudahnya akses media sosial yang tidak memiliki filter.

Bentuk Etika pada Jejaring Publik

  1. Menggunakan Kata Santun

Saat Anda bermaksud untuk mengunggah sebuah tulisan, gunakanlah kata-kata yang santun. Pada konteks ini sering sekali ditemukan postingan yang mengandung kata-kata tidak pantas untuk dikonsumsi publik. Kenyataannya, setiap apa yang tertulis di sosial media memiliki pengaruh kuat dalam pembentukan karakter seseorang, maka sebarkanlah hal yang positif.

Trending di dunia maya akhir-akhir ini sungguh mengkhawatirkan. Banyak sekali bertebaran topik yang sangat sensitif dan menyentuh beberapa golongan. Keadaan ini tentu membawa sebuah ketidaknyamanan bagi kalangan yang bersangkutan. Kebebasan bukan berarti melupakan kemanusiaan dan mencederai hak orang lain, maka pilihlah bahasan yang tidak bersinggungan.

Kemudahan copy paste tanpa peninjauan kembali akan kebenaran sebuah berita yang didapatkan, menjadi awal dari kemunduran penggunaan etika dalam berkomunikasi. Kondisi ini kemudian menjadi awal bertebaran Hoax yang tidak terkendali. Sangat disayangkan sekali ketika penggunaan jejaring sosial online tidak diimbangi dengan sikap yang hati-hati.

Netiket

Perpecahan dan kesalahpahaman bermunculan dan membentuk beberapa blok massa yang cukup meresahkan. Awal dari semua ini dimulai saat postingan bersifat provokatif bertebaran di timeline dengan bebasnya. Oknum-oknum dengan kepentingan pribadi dan golongannya menjadi salah satu penyumbangnya. Filter semua informasi sejenis dan jangan ikut menyebarkannya.

Kebebasan bukan berarti tanpa batasan, terlebih jika terkait dengan hak cipta seseorang. Penghargaan atau apresiasi harus ditunjukkan sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi. Lakukan dengan tidak memposting apa yang sudah menjadi hak Cipta orang tertentu, atau lampirkan keterangan sumber asli.

Berkomentar yang sesuai dengan konteks yang sedang dibicarakan adalah bentuk kematangan sikap. Banyak sekali ditemukan sebuah jejak digital dalam sebuah status yang diposting tidak tepat pada tempatnya. Bahkan yang paling tidak etis adalah, mengungkit sebuah masalah yang tidak ada hubungannya. Juga beberapa yang malah berdagang dan spam di kolom komentar.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai bentuk penggunaan etika dalam berkomunikasi dalam bersosial media. Usaha tersebut dapat meminimalisir unsur negatif yang tidak terfilter secara otomatis oleh media. Karena tidak semua hal pantas dijadikan sebagai konsumsi publik. Semua terbatas dengan etika dan juga etiket dalam berperilaku di perkumpulan.

Exit mobile version