social media etiquette

Menghadapi gempuran perkembangan tak terhentikan dari jejaring sosial online diperlukan sebuah filter yang bermula dari setiap individu. Etika bersosial media, menjadi keutamaan yang kemudian harus dijunjung dan dikedepankan sebagai bentuk melek teknologi. Usaha tersebut dilakukan agar masih tetap ada pedoman nilai kebenaran dalam berhubungan secara maya.

Yang Perlu Diperhatikan Tentang Etika Bersosial Media

  • Rasa Menghargai

Kadang orang menganggap bahwa menunjukkan sikap menghargai hanya dikhususkan saat bertatap muka langsung. Namun, kenyataannya setiap berhadapan dengan kelompok atau siapapun yang baru dikenal haruslah bersikap yang sama. Tidak ada yang membenarkan bahwa menghina, mencela, dan juga memprovokasi adalah hal yang wajar di dunia maya yang tidak nyata.

etika bersosial media

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan membaca terlebih dahulu apa yang ingin dikomentari. Kemudian pastikan dulu kebenaran akan informasi yang disebarkan. Tidak membully dan merasa paling benar dengan segara argument yang dilontarkan. 

  • Kontrol terhadap Konten

Setiap unggahan yang dimuat di laman pribadi tentu menjadi tanggungjawab orang bersangkutan sebagai pengunggah. Selain itu, setiap konten harus dibatasi dengan menjaga informasi pribadi, karena tidak semua hal layak untuk di bagian pada publik. Seperti NIK, Alamat Rumah, Nomor kartu kredit ataupun debit, dan hal-hal yang bersifat personal lainnya.

Pasalnya banyak sekali kemungkinan kejahatan di internet, mulai dari penipuan, pencemaran nama baik, penggunaan identitas untuk pinjaman dan masih banyak lagi. Tentu semua bisa dapat diminimalisir dengan kontrol yang massif.

  • Preferensi bukan Copy Paste Tanpa Izin

Memiliki identitas ataupun sebuah karakter yang beda dan kuat dalam bermain di media sosial tentu akan menjadi satu variable utama dalam etika bersosial media. Setiap akun tentunya memiliki target pasar yang berbeda-beda, untuk itulah memiliki sebuah preferensi lebih diutamakan dibandingkan melakukan plagiasi atas hak orang lain.

Tujuan ini dimaksudkan agar Anda memiliki perhatian dan tempat khusus yang berbeda dari yang lainnya. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh mengidolakan atau memilih role model untuk bertindak, hanya saja batasi sebagai acuan dasar untuk pengembangan.

  • Overposting

Setiap orang berhak atas pengelolaan akun pribadinya, termasuk menentukan apa yang hendak diposting. Namun, akan sangat memuakkan jika ada yang melakukan pengunggahan sesuatu yang sama dan diulang berkali-kali. Hal ini juga berlaku pada kuantitas yang banyak walaupun bentuknya berbeda-beda.

Overposting tidak seharusnya dilakukan, karena porsi yang terlalu banyak atau diulang-ulang dengan frekuensi yang tak terhitung mengakibatkan tertimbunnya informasi penting lainnya. Mulai dari diri sendiri, batasi dan posisikan sebagai penonton atau orang lain agar lebih peka terhadap ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan bersamaan hal tersebut.

Saat semua orang menjunjung nilai dari pentingnya etika bersosial media tentu akan timbul sebuah kemapanan dan kesiapan menghadapi berbagai perkembangan yang mungkin terus terjadi. Bijak dalam bertindak, mengunggah, mengomentari, dan mereferensi karya orang lain sebagai rujukan adalah beberapa hal yang perlu digaris bawahi.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *